Artikel bisnis berikut ini mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Kesuksesan toko online “Tokopedia” dapat menjadi contoh bagi para calon entrepreneur maupun entrepreneur yang prestasi usahanya berjalan di tempat.
Mengagumkan. Ada sebuah toko yang baru berusia satu tahun, tapi jumlah transaksinya sudah mencapai hampir enam miliar rupiah. Toko apakah itu? Jawabannya, Tokopedia.
Sebenarnya, Tokopedia bukan toko berbentuk fisik. Bahkan, alih-alih toko, lebih cocok kalau Tokopedia disebut sebagai pasar. Tepatnya, pasar daring atau yang lebih beken dengan sebutan online marketplace.
Tokopedia adalah situs lokal yang menyediakan ruang bagi para anggotanya untuk berdagang secara online. Etalase berada di dunia maya, begitu pula transaksi jual beli dan pembayaran.
Sejak pertama didirikan pada 17 Agustus 2009, Tokopedia sukses menjaring
Pertumbuhan transaksi di Tokopedia selama setahun terakhir.44.785 anggota (per 16 Agustus 2010). Sebanyak 4.659 di antaranya aktif membuka toko dan berjualan di sini. Tingkat kunjungan pun terbilang tinggi. Per bulan, rata-rata Tokopedia mencatat 500 juta pengunjung dan tiga juta pageviews.
“Kepercayaan pasar terhadap Tokopedia bertambah setiap bulannya. Agustus 2009, kami baru berhasil membukukan total transaksi senilai 33 juta rupiah. Namun, akhir bulan lalu, kami sudah mencatatkan transaksi Rp1,3 miliar. Artinya, dalam sebelas bulan, tingkat transaksi telah meningkat lebih dari 4000 kali lipat,” ujar William Tanuwijaya (Co-Founder Tokopedia).
Para talenta muda di balik TokopediaSebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Apalagi, di balik layar Tokopedia diisi oleh darah-darah muda. Kedua pendirinya, Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya, masih berusia 29 tahun. Begitu pula dengan tim di bawah mereka.
Tak heran jika Tokopedia beberapa waktu lalu sukses dilirik investor asal Singapura, East Ventures. Berkat suntikan dana tersebut, Tokopedia terus tumbuh dan meningkatkan servis bagi para pengguna. Antara lain dengan meluncurkan:
1. Blog baru.
Sebelumnya numpang di WordPress dengan skin seadanya, kini Tokopedia sudah memiliki domain pribadi untuk situs blognya di blog.tokopedia.com.
2. Mobile Site
Kini kebutuhan vital para Tokopediawan untuk nge”dink” produknya tiap jam atau track order makin dipermudah dengan mobile site Tokopedia yang dapat diakses melalui ponsel jenis apapun yang memiliki browser dan koneksi internet.
3. Goodbye “Beta Version”
Setelah setahun dengan label “beta version” di bawah logo Tokopedia, kini mereka telah mencopot label tersebut. Tidak tanggung-tanggung, sehubungan dengan perbaharuan ini, limit harga produknya mereka naikkan dari Rp 9.999.999,- menjadi Rp 25.000.000,-, serta limit total belanja dari Rp 15.000.000,- menjadi Rp 40.000.000,-
Dan inilah program merekake depan:
1. Layanan yang lebih baik
Termasuk layanan selama 7 hari dalam seminggu.
2. Produk yang lebih baik.
Sistem pencarian yang lebih akurat, Engine yang lebih baik dan cepat pun, serta puluhan fitur baru Tokopedia lainnya.
William berpesan, “Ada baiknya kita mendukung konten lokal anak negeri. Sangat tidak mustahil, di masa mendatang, kita memiliki Mark Zuckerberg, Larry Page, atau Sergey Brin lokal yang berhasil membangun industri raksasa di tanah air.”
Suatu pesan sekaligus impian mulia yang tentu sangat kita nantikan bersama.
sumber






Inspirasi luar biasa bagi semua kaum entrepreneur…berjuang untuk maju..