artikel bisnis
2:22 am - Sunday May 20, 2012

Nasib Warung Kecil Saat Minimarket Makin Menjamur

Monday, 20 December 2010, 10:38 | Berita Bisnis, Inspirasi Bisnis, Saudagar Bugis | 2 Comments | Read 101 Times
by Saudagar Bugis

Saya sangat tertarik dengan artikel yang dimuat oleh Berita Kota Makassar pada 15 Desember 2010 lalu mengenai nasib warung kecil saat mini market makin menjamur.
Mari kita simak:
Saat ini mini market telah menjamur di Kota Makassar. Namun, tanpa disadari, keberadaannya telah “membunuh” warung-warung rakyat yang dikelola orang per orang untuk menopang hidup keluarganya.
Kehadiran Alfamart di Jl Landak Baru, misalnya, membuat beberapa warung di sekitar minimarket seperti hidup segan mati pun tak mau. Betapa tidak, sejak kehadiran minimarket berskala nasional ini, omset per hari warung di tempat ini mulai turun.
Wajar memang, saat ini banyak masyarakat lebih memilih belanja di Alfamart, walaupun hanya sekadar beli sabun mandi, sebungkus biskuit, sesachet sampo, sebungkus kerupuk atau kebutuhan yang lain. Alasannya, katanya harganya lebih murah di banding dengan yang di warung-warung, dan sering ada harga promo.

Namun, kehadiran minimarket ini tidak berpengaruh dengan warung-warung yang letaknya jauh dari minimarket. Sampai saat ini mereka tetap eksis, dan omset tetap stabil.

Bukan hanya Alfamart yang memilih ekspansi bisnis dengan membuka minimarket. Banyak pengusaha lain yang melakukannya dengan label kata mart di belakangnya, contohnya Al-Kahfi Mart yang kami kelola, meskipun mungkin latar belakangnya berbeda dengan mini market yang lain. Al-Kahfi sebenarnya dulu sebuah toko kelontong yang berdiri sejak tahun 2002, termasuk pelopor toko kelontong di Jl. Batua Raya, namun menjamurnya warung-warung kecil, baik di jalan utama maupun di lorong-lorong, membuat pendapatan kami merosot tajam. Mungkin orang berpikir, kalau cuma mau beli Indomie atau shampoo, yang harganya hampir sama, buat apa beli jauh-jauh di pinggir jalan, toh banyak warung-warung di lorong-lorong.

Di situlah awalnya kami sepakat mengubah Al-Kahfi menjadi mini market, agar salesman berbagai produk bisa masuk menawarkan produknya pada kami, berbeda waktu masih sebagai toko yang masih jarang salesman yang masuk, kecuali motoris yang memasang harga sendiri. Sekarang kami bisa mendapatkan harga barang sesuai dengan harga kantor.

Banyak pemilik warung berharap, agar pemerintah mengatur keberadaan minimarket agar tidak membunuh warung-warung kecil yang hadir untuk menopang ekonomi keluarga mereka. Ya, seperti apa aturan itu, kita nantikan saja.

Keyword:

2 responses to "Nasib Warung Kecil Saat Minimarket Makin Menjamur"

  1. baharil el-mandary says:

    hanya satu kata…..atur dg baik minimarket….tegakkan PP no 15 tahun 2009 ttg penataan pasar modern dan minimarket…..jngn karena ada sogokan kemudian seenaknya memberi izin..kasin rakyat kecil….mereka tdk tau harus mengadu kemana…

Tinggalkan Komentar

Dapatkan info Bisnis Terbaru, masukkan email anda di sini:


Dikirim oleh FeedBurner

Translate This Blog

Pagerank

Powered by  MyPagerank.Net

Arsip Artikel

Saudagar Bugis

Nasib Warung Kecil Saat Minimarket Makin Menjamur