Sebagian dari kita mungkin akan mengajarkan kepada anak anda seperti ini: Belajar yang baik, dapatkan ranking, kuliah di perguruan tinggi yang hebat, dapatkan IPK yang tinggi, dan bekerja pada perusahaan besar, dan Pensiun.
Banyak dari orang tua kita mengajarkan hal seperti itu, bukan ? Artinya orang tua kita mendidik kita untuk menjadi karyawan, Mengapa? karena mereka adalah belajar dari seorang karyawan (guru, dosen, dan sebagainya). Coba kalau mereka belajar dari para pengusaha, pasti akan sebaliknya.
Ada sebuah artikel menarik mengatakan di Amerika , dimana mereka
memiliki kekuatan financial
dikatakan bahwa:
Setelah menginjak usia 65th, nasib mereka seperti ini :
36% telah meninggal dunia, 54% masih bergantung pada anak cucunya,
5% masih bekerja keras, 4%benar-benar pesiun, HANYA 1% saja yang
benar-benar kaya raya. Keadaan seperti itu terjadi di Amerika yang notabene mempunyai Jaminan Sosial dan Dana Pesiun, Bagaimana
dengan Negara Indonesia?
Mungkin anda sudah tahu bahwa 80% bisnis yang baru mulai hancur di tahun 1, 10% lagi 5 tahun berikutnya dan hanya 10% yang masih bertahan, 1 % yang benar-benar menjadi bisnis besar.
Namun survey tersebut jangan membuat anda takut menjadi pengusaha karena berita baiknya ialah:
74% orang kaya berasal dari pemilik bisnis, dan hanya 1% yang
kaya dari bekerja atau menjadi karyawan yaitu para CEO.
Jadi, meskipun 80% bisnis hancur di tahun pertama, anda mempunyai
banyak peluang untuk menjadi 74% orang kaya dari pemilik bisnis
dari pada anda kaya dengan perhitungan 1% dari bekerja.
Nah, masa depan anda, andalah yang tentukan:
Apakah anda ingin menjadi 90% orang yang pada saat umur 65 tahun
meninggal dunia atau masih bergantung pada anak cucunya?
“Hidup ini setengah kosong setengah isi, Hidup ini baik buruk
tergantung kita yang memberi arti dalam hidup kita”
Asianbrain/Tjandra Danny






