
Tujuh tahun lamanya saya kuliah formal di salah satu universitas negeri di Makassar, sayangnya ilmunya hampir tak ada saya pergunakan untuk aktivitas saya saat ini, sebagai seorang pebisnis muda yang pernah terjun di dunia media elektronik, sepertinya jurusan pendidikan teknik Elektro yang pernah saya pelajari hampir tak ada gunanya buat pekerjaan saya saat ini.
Setelah 4 tahun lamanya terjun di dunia bisnis, saya mencoba kembali kuliah di Entrepreneur University, pendidikan informal, tanpa sertifikat dan ijazah, dan wisudanya pun nantinya cuma jabat tangan dan wes sudah…….
Mengapa tidak ada ijazah atau sertifikat, sementara harus bayar mahal? Karena untuk terjun ke dunia bisnis atau menjadi pengusaha itu tidak perlu ijazah, beda halnya kalau ingin jadi karyawan atau PNS.
Mengapa mahal? Ya, ilmu memang mahal, apalagi kuliahnya di hotel , dan mentornya didatangkan dari luar pulau, mentornya pun bukan dosen akademik, tapi pengusaha sukses yang tak diragukan lagi kesuksesannya.
Entrepreneur Univeristy (EU) merupakan Lembaga Pendidikan Informal yang didirikan dan dibimbing langsung oleh Purdi E Chandra, Presiden Direktur Grup Primagama, penerima MURI Award dan penghargaan Enterprise 50 dari Anderson Consulting dan SWA, Nominasi Enterpreneur of The Year 2003.
Lembaga Pendidikan ini bertujuan menjadi Lembaga Pendidikan Non-Formal yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi menciptakan pengusaha baru.
Pendidikan di Enterpreneur University tidak menggunakan aturan Formal seperti layaknya pendidikan lainnya. Tanpa Nilai, Tanpa Ujian, Tanpa Akreditasi, Tanpa Status, Tanpa Ijazah, dan di wisuda setelah menjadi Pengusaha.
VISI ENTERPRENEUR UNIVERISTY
- Menjadi Institusi Pendidikan Non-Formal Berkualitas yang Bukan Menciptakan Calon Pekerja, Tapi Menciptakan Pengusaha Baru Kreatif & Inovatif.
MISI ENTERPRENEUR UNIVERSITY
- Menjadi Lembaga Pendidikan Entrepreneurship Berskala Nasional Yang Menciptakan Pengusaha Baru yang Mandiri, Kreatif dan Inovatif.
- Menjadi Tempat atau Wadah Mahasiswa/Sarjana IP Rendah, Lulusan SMA NEM Rendah, Karyawan, Yang PHK, Ibu Rumah Tangga, Pensiunan, PNS/Swasta, Wanita Karir Maupun Para Selebritis atau Public Figure untuk Bersama-sama Mewujudkan Keinginan Menjadi Pengusaha Tangguh.
- Menjadi Lembaga Pendidikan Entrepreneurship yang Sanggup Dijadikan Mitra Usaha yang Handal.
- Menjadi Tempat Bagi Wadah Mahasiswa/Sarjana IP Rendah, Lulusan SMA NEM Rendah, Karyawan, Yang PHK, Ibu Rumah Tangga, Pensiunan, PNS/Swasta, Wanita Karir Maupun Para Selebritis atau Public Figure untuk Berkreatif, Berbisnis dan Mengembangkan Diri.
- Menjadi Aset Sumber Daya Manusia Nasional dan Kebanggaan Masyarakat.
KONSENTRASI PENDIDIKAN
Pendidikan di Entrepreneur Univeristy bukan saja mengandalkan pada pengetahuan atau otak berpikir, tetapi juga pada otak emosional. Karena itulah, konsentrasi pendidikanya adalah bagaimana mengasah kecerdasan emosional, kecerdasan adversity, kecerdasan finansial, kecerdasan spiritual, mempertajam kreativitas dan intuisi.
Pendidikan di Entrepreneur Univeristy tidak menggunakan aturan formal. Artinya, tanpa nilai, tanpa akreditasi, tanpa ijazah dan tanpa status. Mereka mengikuti pendidikan disini selama tiga bulan, dimana 60 persen ditekankan pada praktek dan 40 persen pada teori. Dan, uniknya mereka akan diwisuda setelah menjadi pengusaha atau sudah buka usaha. Oleh karena itulah di Entrepreneur University ini lebih menggunakan “Kurikulum dan Sistem” pendidikan yang diciptakan sendiri oleh pengusaha atau praktisi.
Peserta pendidikan disini juga diutamakan mahasiswa/sarjana IP rendah, SMA NEM rendah, ibu rumah tangga, pensiunan, PNS/Swasta, wanita karir maupun para selebritis atau public figure. Sehingga, bukan hal yang tak mungkin, kalau paradigma pendidikan seperti ini akan menjadi model pendidikan di Indonesia masa yang akan datang, bahkan dunia sekalipun, khususnya dalam pendidikan Entrepreneurship.
Sekilas Tentang Purdi E. Chandra.
Hampir semua orang, khususnya yang terjun di dunia entrepreneurship mengenal nama Purdi E. Chandra. Seorang entrepreneur sukses yang selalu menjadi ikon dalam setiap pembicaraan entrepreneurship. Ia merupakan pemilik Primagama Group yang outletnya mencapai 400 outlet di seluruh Indonesia. Usahanya tidak hanya dibidang pendidikan, melainkan terus merambah di bidang lain properti, traveling, dan lain-lain. Dalam berbagai seminar di beberapa kota di Indonesia, atau mentoring Entrepreneur University, ia sering memperkenalkan diri dengan sebutan “Profesi Pengusaha, Pekerjaan Golf”. Hal ini untuk menunjukkan bahwa menjadi pengusaha sukses itu nikmat dan tidak harus menangani sendiri secara langsung. Sebab, semua pekerjaan di perusahaannya sudah ada yang menangani, ia tinggal bekerja “seenaknya” sendiri, mau main golf, catur, mancing, atau tiduran saja, tidak ada yang melarang, toh uang juga tetap mengalir.






salam sukses…
memang kurikulum pendidikan kita mesti diperbaiki agar tdk terlalu kaku dan formal bget dlm proses belajar.Sehingga para mahasiswa akan lebih rilex dan mesti di tekankan untuk menjadi pengusaha..
Salam kenal
Irwan-EU Makassar= 085255109823
Owner “KEBUN LELE” Romantis tahan Banting
Terima Kasih atas komentarnya Pak Irwan. Semoga ini bisa menjadi masukan bagi institusi pendidikan di negara kita ini.
assalamu alaikum…
saya sangat setuju bahwa pendidikan masa depan haruslah mengarahkan para masyarakat u/ menjadi pembuka pekerjaan bukan pencari kerja. krn MUHAMMAD rasulullah saw ada pedagan & pintu rezki sangatlah terbuka luas tanpa pns.
saya belum menjadi anggota pengusaha sukses tpi sya yakin Insya Allah masa depanku adalah seorang pengusaha pekerja keras n sukses juga pandai bersedekah n membahagiakan keluarga. AMIN.
Sumarling: Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga menjadi masukan buat penyelenggara pendidikan, dan semoga Bapak menjadi pengusaha sukses AMIN
Kapan lagi di selengarakan anggkatan berikut mohon info nya saya sangat berminat mengiikutinya
nama saya : agus
Hp: 082187818866
Jl, Mangadel Lr 28 No
Makassar
Nanti Pak saya infokan kalau ada penerimaan baru
.salam kenal Pak, saya minta gabung nih, klo ada info tolong donk dibagi mengenai kpn bukanya trus biayanya berapa? oh iya klo boleh juga ini mentornya siapa aja?
makasaih
Utami: Nanti diinfokan, terakhir saya masuk masih 3,5jt
ADuh kraen ga pake duit untuk masuk .. tp ga da cra tanpa ngeluarin duit. saya mohñ info’a
Bayu: Waduh Bung, mana ada yang gratis jaman sekarang, kecuali baca artikel di http://www.saudagar-bugis.com
Thx bgt infonya bro,
klo ada info klas baru please sms ke 085343630099
thx b4
Tolong hubungi nmr sy 082125150304 kalau ada kls baru di makakassar. Salam Sukses
yahya muhaymin: Oke Pak