<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Saudagar Bugis &#187; Perpajakan</title>
	<atom:link href="http://www.saudagar-bugis.com/category/perpajakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.saudagar-bugis.com</link>
	<description>Informasi Bisnis  Terlengkap dan Tepercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 13:06:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Pajak Jual-Beli Rumah</title>
		<link>http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/</link>
		<comments>http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 07:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Saudagar Bugis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Properti]]></category>
		<category><![CDATA[Perpajakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.saudagar-bugis.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan pasal 4 ayat 2 huruf d Undang-undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Nomor 36 Tahun 2008 disebutkan bahwa penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau bangunan dapat dikenai pajak yang bersifat final. Menurut PP Nomor 48 Tahun 1994 sebagaimana telah terakhir diubah <a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/"><b>...Baca Selengkapnya</b></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/' addthis:title='Pajak Jual-Beli Rumah '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan pasal 4 ayat 2 huruf d Undang-undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Nomor 36 Tahun 2008 disebutkan bahwa penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau bangunan dapat dikenai pajak yang bersifat final.</p>
<p>Menurut PP Nomor 48 Tahun 1994 sebagaimana telah terakhir diubah dengan PP 71 Tahun 2008 disebutkan bahwa orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan wajib membayar sendiri PPh yang terutang ke bank persepi atau kantor pos dan giro sebelum akta, keputusan,perjanjian, kesepakatan atau risalah lelang atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.</p>
<p>Besarnya PPh atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan adalah sebesar 5% (lima persen) dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kecuali atas pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh wajib pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenakan PPh sebesar 1% (satu persen) dari jumlah bruto nilai pengalihan.</p>
<p>Nilai pengalihan yang dimaksud adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta Pengalihan Hak dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan sesuai UU PBB Nomor 12 Tahun 1994 kecuali dalam hal pengalihan kepada Pemerintah adalah nilai berdasarkan keputusan pejabat yang bersangkutan dan dalam hal pengalihan hak sesuai dengan peraturan lelang adalah nilai menurut risalah lelang tersebut.</p>
<p>Sedangkan kewajiban bagi pembeli dalam hal perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan menurut UU Nomor 20 Tahun 2000 adalah melakukan pembayaran BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dengan tarif pajak sebesar 5% (lima persen) dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak.</p>
<p>Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) = Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP)</p>
<p>Besarnya NPOP adalah mana yang lebih tinggi antara Nilai Perolehan Objek Pajak atau Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).</p>
<p>NPOPTKP ditetapkan secara regional paling banyak <span id="more-491"></span>Rp 60.000.000 (enam puluh juta rupiah) kecuali karena waris, hibah dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau ke bawah,perolehan hak Rumah Sederhana Sehat (RSH), melalui program pemerintah sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 33/PMK.03/2008 tentang tata cara penentuan besarnya NPOPTKP BPHTB.</p>
<p><strong><em>Contoh:</em></strong><br />
Si A memiliki rumah di Makassar yang dibeli 4 tahun yang lalu senilai Perolehan/NJOP Rp 150 juta. Kalau rumah tersebut terjual pada awal 2010 dengan Nilai Perolehan/NJOP Rp 500 juta, maka perhitungan pajak jual belinya sebagai berikut:</p>
<p><em>Penjual:</em><br />
Membayar PPh TB dengan SSP (Surat Setoran Pajak) Final sebesar 5% dari harga jual<br />
PPh TB = 5% x Rp 500.000.000<br />
PPh TB = Rp 25.000.000<br />
Melaporkan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tersebut dalam bagian penghasilan yang dikenakan PPh Final</p>
<p><em>Pembeli:</em><br />
Membayar BPHTB dengan SSB (Surat Setoran BPHTB) sebesar 5% dari NPOPKP dan dengan asumsi NPOPTKP pada lokasi tersebut adalah sebesar Rp 60.000.000.<br />
BPHTB = 5% x (Rp 500.000.000 dikurangi Rp 60.000.000)<br />
BPHTB = 5% x Rp 440.000.000<br />
BPHTB = Rp 22.000.000<br />
Melaporkan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi atas perolehan tanah dan/atau bangunan tersebut.</p>
<p>Sumber: DetikFinance</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="perhitungan pajak penjualan rumah">perhitungan pajak penjualan rumah</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="pajak pembelian rumah">pajak pembelian rumah</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="pajak jual beli rumah">pajak jual beli rumah</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="pajak pembeli rumah">pajak pembeli rumah</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="perhitungan pajak jual beli rumah">perhitungan pajak jual beli rumah</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="pph jual beli rumah">pph jual beli rumah</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="pajak penjualan rumah 2010">pajak penjualan rumah 2010</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="cara menghitung pajak pembelian rumah">cara menghitung pajak pembelian rumah</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="pajak beli rumah">pajak beli rumah</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/" title="pajak penjualan dan pembelian">pajak penjualan dan pembelian</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/' addthis:title='Pajak Jual-Beli Rumah '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saudagar-bugis.com/pajak-jual-beli-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batas Peredaran Usaha Minimal Guna Pengukuhan PKP</title>
		<link>http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/</link>
		<comments>http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 04:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Saudagar Bugis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perpajakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.saudagar-bugis.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 571/KMK.03/2003, batasan peredaran bruto usaha untuk wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak adalah lebih besar dari Rp600 juta setahun (atau dalam bagian tahun buku pajak) atas penyerahan BKP (Barang Kena Pajak) dan/atau JKP (Jasa Kena Pajak). Sesuai dengan SE-33/PJ.51/2003 tanggal 31 Desember 2003, khusus untuk Pengusaha Kecil yang menyerahan BKP <a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/"><b>...Baca Selengkapnya</b></a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/' addthis:title='Batas Peredaran Usaha Minimal Guna Pengukuhan PKP '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 571/KMK.03/2003, batasan peredaran bruto usaha untuk wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak adalah lebih besar dari Rp600 juta setahun (atau dalam bagian tahun buku pajak) atas penyerahan BKP (Barang Kena Pajak) dan/atau JKP (Jasa Kena Pajak).</p>
<p>Sesuai dengan SE-33/PJ.51/2003 tanggal 31 Desember 2003, khusus untuk Pengusaha Kecil yang menyerahan BKP (Barang Kena Pajak) dan/atau JKP (Jasa Kena Pajak) yang mempunyai peredaran bruto dalam satu tahun buku tidak lebih dari Rp600 juta dapat memilih untuk dikukuhkan menjadi pengusaha kena pajak.</p>
<p>Setelah berlaku efektifnya UU No. 42 Tahun 2009 (perubahan terakhir dari UU PPN No. 8 Tahun 1983) per 1 April 2010, tidak tertutup kemungkinan akan ada perubahan batasan peradaran bruto usaha untuk dikukuhkan sebagai PKP.</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pengusaha.</p>
<p>Sumber: Okezone<br />
Narasumber: Afdal Zikri Mawardi, Partner<br />
Konsultan Pajak MUC Consulting Group<br />
Email: afdalzikri(at)mucglobal.com<br />
Web: http://www.mucglobal.com<br />
Blog: http://afdalzikri.wordpress.com</p>
<h4>Keyword:</h4><ul><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="batasan pkp">batasan pkp</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="BATAS PKP">BATAS PKP</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="batas pkp 2011">batas pkp 2011</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="batas pengusaha kena pajak">batas pengusaha kena pajak</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="batasan pengusaha kena pajak">batasan pengusaha kena pajak</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="BATASAN PKP 2011">BATASAN PKP 2011</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="batas pengukuhan pkp">batas pengukuhan pkp</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="peredaran bruto pkp">peredaran bruto pkp</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="batasan pkp 2010">batasan pkp 2010</a></li><li><a href="http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/" title="batas pkp 2010">batas pkp 2010</a></li></ul><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/' addthis:title='Batas Peredaran Usaha Minimal Guna Pengukuhan PKP '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saudagar-bugis.com/batas-peredaran-usaha-minimal-guna-pengukuhan-pkp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

